Nov 8, 2014


Is it nearly possible that this feeling will ever go away?

Love is so overrated.

And in my case, underrated.

Oct 25, 2014


The thoughts of you still evoke a deep sorrow inside of me. Visions of you keep on coming these days. When those moments decide to pay me a visit, i still have the giant angst sitting in my chest. I guess i still blame everyone for the things i didn't have. Everyone, and that includes me.

I keep on saying goodbyes, but seriously don't know how to leave.

Jul 28, 2014


It was an indescribable pain, if you ask me. Like any kind of pain, it draws our hand to the site. I fell upon my kness with my right hand clenched tight, thumped to the left side of my chest repeatedly, trying to numb the brokenness i felt inside. Something exploded within, beneath the skin, unexplained by words. It was an aftermath of a mistake, taking dues too big of a person.

It was an indescribable pain, if you ask me. To lose something you never own.

Apr 4, 2014


We should just stay in our own bubbles and never bump into each other again. For my greatest fear right now is to burst out for God knows how many times. Cause that's what you can do to me. Only you in this whole wide world.

My feelings right now is in the middle between wanting to see you again and not wanting to. And for the sake of everything, I'll go with the latter.

Let's never meet each other again. I just hate how vulnerable you made me feel. Cause that's when I'm in my worst state.

Mar 16, 2014


Some people love wisely, some people love foolishly. I am the latter. For years of heartaches can't compare to silence that has been slammed to my face, i have decided to stay out of love.

This should be easier. This should be the answer.

Fools can't love. There will be pain everywhere. I've had enough.

Mar 13, 2014


I am a patient person. Sort of. I can wait for people for hours without cursing out loud and then greet them with a smile. But sometimes i can be so impatient i destroy everything upon me for time seems like such a burden i cannot carry.

Like you.

As much as i want to hold on, i can't because you didn't want to and you kept chasing me away too. It's tiring, to run in a circle without a known end. It's heartbreaking, to fight alone with no clear reason.

Like Hodges said, we had something beautiful and now it turned to dust.

I hereby, give you up.

Mar 4, 2014


Sometimes it's annoyingly helpless how i can never hate you no matter how hard i tried.

I tried hating you for making me go through this, whatever this is, in the first place. I tried hating you for never having the guts to make me stay. I tried hating you for the fact that you never, even once, asked me what i want or how i feel. I tried hating you for making my heart nearly bursted out the moment i knew about you and her. I tried hating you just for the sake of moving on because you asked me to. I tried hating you for turning me into such fragile vulnerable thing which i despise. I tried hating you, your smile, the way you talk and the things you wrote. I tried, i tried, and so i tried. But it never worked out like what i planned. I just hate the fact that i can't hate you, not even close, not even a little bit, not even at all.

Maybe this tiny space of mine can be the evidence that i can show to your face, if you ever ask me how much do i like you.

Feb 7, 2014


Why don't we have invisible skulls and luminescent thoughts? Cause damn it, trying to read minds and mold assumptions are such a despicable work load.

Speak it up.

Please.

Feb 2, 2014


Beberapa tahun yang lepas, kata-kata menjadi musuh kita. Seorang menidakkan kebenaran dan meminta untuk ditinggalkan. Yang seorang lagi menutup pahit dan menyembunyi rasa lalu pergi dengan harapan sakit itu dibawa lari.

Dan kini, beberapa tahun selepas itu, kita tanpa sedar mengucapkan kata-kata yang sama. Apakah biasa untuk kita berlari-lari dalam bulatan yang besar dan mengambil masa terlalu lama untuk tiba di sini, kemudiannya memutuskan untuk kembali berlari? Apa bisa mungkin kita keluar dari kitaran yang memenatkan ini?

Parut yang paling besar adalah kamu. Namun tetap paling indah, paling mahu disimpankan.

Disuruh pergi ketika segenap jasad mahu terus berdiri menanti, adalah luka yang tak mampu untuk diterjemahkan.

Saya menyerah kalah. Hati kamu lebih berharga untuk dijauhkan dari luka semalam.

Jan 14, 2014


Berbulan-bulan saya memilih untuk senyap, mencari ke mana hilangnya cebisan diri yang makin hari kian robek diratah hidup. Seusai final exam, saya balik ke dunia selamat yang saya huni sebelum berdepan dengan seribu macam masalah. Saya senyum dan ketawa dengan keluarga. Tapi saya tahu, jauh di dalam diri saya hancur rohaninya. Saya mahu terus diam tanpa kata tapi sudah tak tertahan. Saya kira biarlah sekurang-kurangnya saya lampiaskan perasaan di sini kerana ini satu-satunya ruang yang saya masih punya kebebasan. I really need this space.

Sakit. Ini terlalu sakit. Perit yang saya tanggung bertahun-tahun seakan berganda. Dua berita sedih saya terima saat final exam di depan mata. Walaupun lulus, saya tiada rasa. Cuma mahu pergi tak kembali.

Kalau anda percayakan seseorang dan tiba masa anda dikhianati, percaya anda luput dan susah mahu tumbuh kembali bukan? Bagaimana kalau yang anda percaya itu bukan manusia, tetapi Tuhan? Bertahun-tahun saya telan pahit kerana saya percaya Tuhan di sebelah saya. Saya menidakkan kemahuan menggunung dan menolak apa yang saya hendak kerana saya tahu saya lakukan apa yang Tuhan kata betul. Dan akhirnya saya di sini, hati lompong dan jiwa kosong mempersoalkan kenapa ini berlaku. Tidak cukupkah apa yang saya korbankan dan lepaskan? Apakah salah jalan yang saya ambil? Kenapa mereka yang memilih jalan yang dulunya saya kira salah di mata-Nya kini bahagia sebahagianya?

Tuhan tak kejam, saya tahu. Tuhan tahu yang terbaik, saya tahu. Saya tahu kesemuanya. Saya tahu redha itu penting. Tetapi apabila dihempap ranap dengan kepercayaan yang sekian lama saya pegang, saya hilang arah. This is so wrong on any level. Dugaan yang teramat berat. Saya terlalu kecewa dengan diri yang menyalahkan Tuhan.

Ada yang tahu sedikit, ada yang tahu separuh, ada yang lebih. Tak seorang pun tahu sehabis-habisnya apa yang saya hadapi. Saya kepenatan, sungguh. Emosi, fizikal, spiritual. Menulis ini pun terketar-ketar menahan sedih.

Untuk apa semua ini? Perlukah seteruk ini saya dicincang?

Sungguh saya sudah tak mampu.

Jan 11, 2014


Malam-malam yang mengingatkan tentang kehilangan secebis besar gembira. Malam-malam yang mengingatkan tentang tahun-tahun dan perasaan yang tersia. Malam-malam apabila luka-luka terbuka. Malam-malam yang celaka.

So now, where do I begin?

Blog Archive